Rabu, 18 Februari 2015
Bagi para gemsholic kawakan (dalam kacamata Majapahit Gemstone) tidak ada yang tidak mengenal Batu Akik Naga Sui ini atau yang biasa dikenal dengan sebutan Bloodstone. Majapahit Gemstone sendiri mendapatkan batu ini secara khusus setelah pencarian yang cukup lama (sekitar dua bulan).
Batu Akik Naga Sui ini dalam pandangan kami, Majapahit Gemstone, sungguh merupakan sebuah jenis batu akik (Agate) yang cukup menyimpan misteri. Batu ini terlihat seperti menyimpan tetes-tetes darah pada bagian atas maupun bawah batu. Batu ini tergolong ke dalam jenis batu yang Opaque atau tidak tembus cahaya, memiliki kekerasan sekitar 5 - 7,5 skala Mohs.
Di pasaran Internasional Batu Akik Naga Sui ini dikenal dengan sebutan Bloodstone (Heliotrope), yang untuk penyebarannya banyak di ketemukan di negara Brazil, India, Amerika dan Australia. Di wilayah Indonesia sendiri deposit Batu Akik Naga Sui ini banyak diketemukan di daerah kaki Gunung Slamet, Jawa Tengah, namun sekarang sudah mulai sulit untuk ditemukan sebagai akibat dari penambangan batu yang dilakukan secara terus menerus.
Di negara Prancis, batu jenis ini terkenal dengan sebutan Le Shang Du Christ (batu darah Kristus) atau batu tetesan darah Kristus, sebuah batu yang dianggap sakral karena dapat menangkal serangan iblis yang jahat. Batu Akik Naga Sui ini juga dipergunakan sebagai simbol kebenaran dan keadilan di atas dunia ini.
Batu Akik Naga Sui atau Bloodstone ini juga dikenal dengan sebutan "Batunya para pejuang" hal ini disebabkan karena jenis batu ini sering dipergunakan oleh kaum pejuang (pada masa itu) sebagai asesoris senjata, pedang ataupun baju zirah dan perisai. Dahulu kala, para pejuang sering membawa kerikil-kerikil Bloodstone ini karena dipercaya memiliki manfaat atau khasiat untuk penyembuhan luka berdarah yang cepat, serta dianggap mampu untuk menghentikan cucuran darah yang keluar dari luka karena benda tajam. Memasuki abad pertengahan, batu jenis ini dipergunakan sebagai obat penyembuhan kanker dengan cara menumbuk batu ini sampai menjadi bubuk dan kemudian dicampurkan dengan berbagai macam bahan obat-obatan lainnya.
Secara ilmiah Batu Akik Naga Sui ini memiliki nama asing Heliotrope yang merupakan kelompok batuan jenis Chalcedony (ryptocristalline antara kuarsa dan monoclynic polymorph meganite). Batu Akik Naga Sui yang terkenal ini kebanyakan memiliki warna dasar hijau dengan inklusi dari jenis iron oxide Jasper Merah, sehingga Batu Akik Naga Sui atau Bloodstone ini merupakan gabungan dari Chalcedony hijau dengan Jasper merah. Kadang kala inklusi dari Jasper itu sendiri tidak selalu berwarna merah, namun ada juga inklusi dari Jasper tersebut yang berwarna kuning, cokelat, kelabu (abu-abu) dan warna hitam. Di Indonesia, batuan jenis ini terbentuk pada jaman Miosen, yaitu batuan yang terbentuk antara 5 - 10 juta tahun yang lalu, hal ini dapat diketahui berdasarkan penelitian terhadap umur absolute dari kandungan mineralnya sendiri.
Varian lain dari jenis Batu Akik Naga Sui atau Bloodstone ini adalah seperti gambar atau foto di bawah ini.
Demikianlah urai Majapahit Gemstone tentang Batu Akik Naga Sui, batu akik yang menyimpan misteri dan sarat dengan aura mistis.
Batu Akik Naga Sui atau Bloodstone ini juga dikenal dengan sebutan "Batunya para pejuang" hal ini disebabkan karena jenis batu ini sering dipergunakan oleh kaum pejuang (pada masa itu) sebagai asesoris senjata, pedang ataupun baju zirah dan perisai. Dahulu kala, para pejuang sering membawa kerikil-kerikil Bloodstone ini karena dipercaya memiliki manfaat atau khasiat untuk penyembuhan luka berdarah yang cepat, serta dianggap mampu untuk menghentikan cucuran darah yang keluar dari luka karena benda tajam. Memasuki abad pertengahan, batu jenis ini dipergunakan sebagai obat penyembuhan kanker dengan cara menumbuk batu ini sampai menjadi bubuk dan kemudian dicampurkan dengan berbagai macam bahan obat-obatan lainnya.
Secara ilmiah Batu Akik Naga Sui ini memiliki nama asing Heliotrope yang merupakan kelompok batuan jenis Chalcedony (ryptocristalline antara kuarsa dan monoclynic polymorph meganite). Batu Akik Naga Sui yang terkenal ini kebanyakan memiliki warna dasar hijau dengan inklusi dari jenis iron oxide Jasper Merah, sehingga Batu Akik Naga Sui atau Bloodstone ini merupakan gabungan dari Chalcedony hijau dengan Jasper merah. Kadang kala inklusi dari Jasper itu sendiri tidak selalu berwarna merah, namun ada juga inklusi dari Jasper tersebut yang berwarna kuning, cokelat, kelabu (abu-abu) dan warna hitam. Di Indonesia, batuan jenis ini terbentuk pada jaman Miosen, yaitu batuan yang terbentuk antara 5 - 10 juta tahun yang lalu, hal ini dapat diketahui berdasarkan penelitian terhadap umur absolute dari kandungan mineralnya sendiri.
Varian lain dari jenis Batu Akik Naga Sui atau Bloodstone ini adalah seperti gambar atau foto di bawah ini.
Demikianlah urai Majapahit Gemstone tentang Batu Akik Naga Sui, batu akik yang menyimpan misteri dan sarat dengan aura mistis.
Home







Home